Budaya Berberes
Sekarang aku mau membahas tentang 'Budaya Berberes'
So... Beberapa waktu yang lalu (Enggak juga sih... udah lama sebenernya, tapi asyik aja untuk dibahas) KFC mengeluarkan kampanye 'Budaya Berberes' yang menurutku itu kampanyenya sangat positif untuk membawa budaya positif.
Budaya berberes yang di kampanyekan oleh KFC malah menuai hujatan-hujatan para netizen Indonesia (Biasalah... Netizen) yang tidak ingin rempong karena sudah ada petugas.
'Untuk apa sih ?! Kan dah ada pelayan'
'KFC pasti mau memPHK karyawannya nih.'
Bukan kayak gitu maksud KFC. Kenapa KFC membuat kampanye ini ?
Jawabannya adalah karena KFC merupakan perusahaan yang dari luar. Di luar budaya berberes itu udah diterapkan dan pada melakukan dan menjadi budaya disana. KFC mau membawa budaya baru yang positif diterapkan di Indonesia, tapi lihatlah reaksi netizen.
Kali ini bukan hanya aku yang berpendapat, tapi ada teman-teman yang mengisi google form yang aku buat beberapa minggu yang lalu, dan ini hasilnya :
(P.S : 'Your Voice' merupakan bagian dari blog yang berisi tentang pendapat orang lain yang menanggapi tentang suatu peristiwa)
Mari kita lihat keseluruhan terlebih dahulu dari hasil google form :
- Orang yang merespon google form aku 57,1% persen adalah perempuan dan 42,9% adalah laki-laki.
- Orang menjawab budaya berberes itu penting berjumlah 71,4% dan yang menjawab tidak penting berjumlah 28,6%
Dan ini lah pendapat mereka :
Karena dapat mengurangi beban pekerja restoran disana :D -あたら ちゃん (15 tahun, perempuan)
Membeli makanan di luar rumah ataupun restoran itu disebabkan karena kita tak memiliki cukup makanan serta malas untuk membuat, menyiapkan serta merapikan sisa makanan kita. -ganteng (16 tahun, laki-laki)
Karena pada dasarnya makanan fast food dari kemasannya sudah termasuk take away yang menggunakan wadah kertas dan bukan piring layaknya restoran. Jadi tempat bekas kita makan itu itungannya sampah dan alangkah lebih baik bila kita sendiri yang membersihkan sampah yang kita hasilkan sendiri. -B (16 tahun, perempuan)
Tidak penting, karena sudah ada pekerja restaurant tersebut yang memang tugas nya membereskan dan membersihkan sisa makanan fast food. -Faradilla Hanunaida (16 tahun, perempuan)
Karena budaya beres beres itu harus menjadi kebiasaan dimanapun. -Dani (16 tahun 10 bulan, laki-laki)
Biar lebih mandiri. -Bagus (17 tahun, laki-laki)
Sedikit terlihat lebih rapi dan bersih, kan gaenak tu ya makanannya udah abis tinggal sampah sisa tempatnya kita biarin di meja aja sedangkan kita masih duduk disana sambil ngobrol2, ngga banget pokoknya. -Azzu (16 tahun, perempuan)P.S : Ada beberapa nama samaran.
Dan itulah pendapat-pendapat mereka.

Comments
Post a Comment